BAGAIMANA SEORANG SCHIZOPRENIA BERPIKIR?


Sebenarnya saya agak bingung memikirkan judul yang tepat untuk artikel ini, karena saya sendiri bingung dengan apa yang saya maksudkan. Mungkin setelah membaca artikel ini anda bisa mendapatkan gambaran dan mengerti apa yang ingin saya utarakan. Sudah hampir 2 tahun saya bekerja di rumah sakit jiwa sebagai seorang dokter PTT tapi saya belum juga menemukan jawaban atas sebuah pertanyaan yang begitu menggelitik rasa ingin tahu saya. Setiap menangani pasien dengan gangguan jiwa dan mengamati pola tingkah laku mereka yang aneh saya selalu bertanya-tanya, apa sih yang mereka pikirkan? Apakah mereka sadar dengan apa yang mereka pikirkan? Kenapa mereka tidak mampu untuk mengontrol pemikiran mereka itu?
Rasanya semua pertanyaan itu tidak akan menjadi sebuah awal dari kata penasaran seandainya kita dengan bodoh menerima jawaban ”yah namanya juga orang gila, ya jelas aneh!”. jawaban itu sangat realistis tapi anda akan kembali merasa penasaran ketika muncul pikiran ”bagaimana sih rasanya jadi orang gila?”.
Schizoprenia berasal dari kata schizos (bahasa yunani) yang artinya retak, seorang dosen saya pernah mengatakan bahwa didalam alquran terdapat istilah hukum schizos yang berarti potong, nah secara keseluruhan kata schizoprenia dapat kita artikan sebagai sebuah pikiran yang terpecah. Dan ini sangat real. Dalam setiap wawancara saya kepada pasien schizoprenia, mereka seolah-olah mempunyai 2 pemikiran atau bahkan lebih. Satu pikiran mereka sadar dan terorientasi dengan baik kepada kita namun disela-sela pemikiran tersebut terselip beberapa pemikiran yang saling tidak berhubungan satu sama lain sehingga pembicaraan mereka terkesan kacau dimata kita sebagai orang nonschizoprenia.
Senang sekali rasanya ketika saya bisa memahami keretakan pikiran seorang schizoprenia. Rasanya ilmu saya semakin lengkap dengan pemahaman yang agak mendalam tentang ilmu jiwa. Tapi tetap saja saya penasaran terhadap cara pikir mereka. Untuk menjawab rasa penasaran itu saya mencoba mewawancarai beberapa pasien yang sudah agak membaik tentang pemikiran mereka saat mereka mengamuk ataupun saat mereka bertingkah laku aneh. Dan yang membuat saya kesal hampir semua pasien menjawab bahwa mereka tidak sadar saat melakukan perbuatan itu, lantas kemana pemikiran logis mereka pergi kalau mereka mengaku tidak sadar saat bertingkah laku aneh? Mungkin kita harus gila dulu untuk bisa mengerti tentang jawaban pertanyaan itu.
Meskipun tidak mendapat gambaran pasti saya tetap mencoba mengira-ngira kemana pikiran logis mereka. Dalam perkiraan saya, kemungkinan besar telah terjadi kebocoran dalam penyimpanan memori diotak mereka, sehingga pada saat mereka mengutarakan sebuah pemikiran tiba-tiba melintas sebuah memori yang terselip dan menjadi pemikiran baru tanpa mereka sadari yang kemudian mengontrol aktivitas mereka. Hanya saja hipotesa saya belum bisa menjawab kenapa orang bisa bertahan dalam keretakan pikiran mereka dalam jangka waktu yang lama. Benar-benar membingungkan bukan?

Tidak ada komentar:

PLEASE WRITE YOUR COMMENT HERE

  © Blogger template Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP